Sabtu, 31 Agustus 2013

Kini wupige 6:1-18

Amsal 6:
6:1-19 = Berbagai-bagai nasihat
(1) Hai anakku, jikalau engkau menjadi penanggung sesamamu, dan membuat persetujuan dengan orang lain;(1) Anakku, barangkali kau pernah berjanji kepada seseorang untuk menanggung utangnya.(1) MY SON, if you have become security for your neighbor, if you have given your pledge for a stranger or another,
(2) jikalau engkau terjerat dalam perkataan mulutmu, tertangkap dalam perkataan mulutmu,(2) Dan boleh jadi kau telah terjerat oleh kata-katamu dan terjebak oleh janjimu sendiri.(2) You are snared with the words of your lips, you are caught by the speech of your mouth.
(3) buatlah begini, hai anakku, dan lepaskanlah dirimu, karena engkau telah jatuh ke dalam genggaman sesamamu: pergilah, berlututlah, dan desaklah sesamamu itu;(3) Kalau benar begitu, anakku, engkau sudah berada dalam kekuasaan orang itu. Tetapi inilah caranya kau dapat lolos: cepatlah pergi kepada orang itu; mintalah dengan sangat supaya ia mau membebaskan engkau.(3) Do this now [at once and earnestly], my son, and deliver yourself when you have put yourself into the power of your neighbor; go, bestir and humble yourself, and beg your neighbor [to pay his debt and thereby release you].
(4) janganlah membiarkan matamu tidur, dan kelopak matamu mengantuk;(4) Janganlah pergi tidur dahulu, dan jangan beristirahat.(4) Give not [unnecessary] sleep to your eyes, nor slumber to your eyelids;
(5) lepaskanlah dirimu seperti kijang dari pada tangkapan, seperti burung dari pada tangan pemikat.(5) Lepaskanlah dirimu dari perangkap itu seperti burung atau kijang melepaskan diri dari pemburu.(5) Deliver yourself, as a roe or gazelle from the hand of the hunter, and as a bird from the hand of the fowler.
(6) Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:(6) Orang yang malas harus memperhatikan cara hidup semut dan belajar daripadanya.(6) Go to the ant, you sluggard; consider her ways and be wise!--
(7) biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,(7) Semut tidak punya pemimpin, tidak punya penguasa atau pengawas,(7) Which, having no chief, overseer, or ruler,
(8) ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.(8) tetapi selama musim menuai mereka mengumpulkan bekal untuk musim paceklik.(8) Provides her food in the summer and gathers her supplies in the harvest.
(9) Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?(9) Sampai kapan si pemalas itu mau tidur? Kapankah ia mau bangun?(9) How long will you sleep, O sluggard? When will you arise out of your sleep?
(10) Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring(10) Ia duduk berpangku tangan untuk beristirahat, dan ia berkata, "Ah, aku tidur sejenak, aku mengantuk."(10) Yet a little sleep, a little slumber, a little folding of the hands to lie down and sleep--
(11) maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.(11) Tetapi sementara ia tidur, ia ditimpa kekurangan dan kemiskinan yang datang seperti perampok bersenjata.(11) So will your poverty come like a robber or one who travels [with slowly but surely approaching steps] and your want like an armed man [making you helpless].
(12) Tak bergunalah dan jahatlah orang yang hidup dengan mulut serong,(12) Orang jahat dan kurang ajar membohong ke mana-mana.(12) A worthless person, a wicked man, is he who goes about with a perverse (contrary, wayward) mouth.
(13) yang mengedipkan matanya, yang bermain kaki dan menunjuk-nunjuk dengan jari,(13) Ia bermain mata dan membuat isyarat untuk menipu.(13) He winks with his eyes, he speaks by shuffling or tapping with his feet, he makes signs [to mislead and deceive] and teaches with his fingers.
(14) yang hatinya mengandung tipu muslihat, yang senantiasa merencanakan kejahatan, dan yang menimbulkan pertengkaran.(14) Pikirannya yang busuk penuh dengan rencana jahat dan menimbulkan pertengkaran di mana-mana.(14) Willful and contrary in his heart, he devises trouble, vexation, and evil continually; he lets loose discord and sows it.
(15) Itulah sebabnya ia ditimpa kebinasaan dengan tiba-tiba, sesaat saja ia diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.(15) Semuanya itu akan menyebabkan kecelakaan menimpa dirinya dengan tiba-tiba, dan ia hancur sama sekali.(15) Therefore upon him shall the crushing weight of calamity come suddenly; suddenly shall he be broken, and that without remedy.
(16) Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:(16) Ada tujuh perkara yang dibenci TUHAN dan tak dapat dibiarkan-Nya: Sikap yang sombong, mulut yang berbohong, tangan yang membunuh orang tak bersalah, otak yang merencanakan hal-hal jahat, kaki yang bergegas menuju kejahatan, saksi yang terus-terusan berdusta, dan orang yang menimbulkan permusuhan di antara teman.(16) These six things the Lord hates, indeed, seven are an abomination to Him:
(17) mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,(17) (di gabung 6:16)(17) A proud look [the spirit that makes one overestimate himself and underestimate others], a lying tongue, and hands that shed innocent blood,
(18) hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,(18) (di gabung 6:16)(18) A heart that manufactures wicked thoughts and plans, feet that are swift in running to evil,
(19) seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.(19) (di gabung 6:16)(19) A false witness who breathes out lies [even under oath], and he who sows discord among his brethren.
6:20 - 7:27 = Nasihat tentang perzinahan
(20) Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu.(20) Anakku, lakukanlah apa yang diperintahkan ayahmu, dan jangan lupa akan nasihat-nasihat ibumu.(20) My son, keep your father's [God-given] commandment and forsake not the law of [God] your mother [taught you].
(21) Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu.(21) Ingatlah selalu kata-kata mereka dan simpanlah itu di dalam hatimu.(21) Bind them continually upon your heart and tie them about your neck.
(22) Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya.(22) Ajaran-ajaran mereka akan membimbing engkau dalam perjalanan, menjaga engkau pada waktu malam, dan memberi petunjuk kepadamu pada waktu engkau bangun.(22) When you go, they [the words of your parents' God] shall lead you; when you sleep, they shall keep you; and when you waken, they shall talk with you.
(23) Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,(23) Petunjuk-petunjuk orang tuamu bagaikan lampu yang terang; teguran mereka menunjukkan kepadamu cara hidup yang baik.(23) For the commandment is a lamp, and the whole teaching [of the law] is light, and reproofs of discipline are the way of life,
(24) yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat, terhadap kelicikan lidah perempuan asing.(24) Dengan demikian engkau dijauhkan dari perempuan-perempuan nakal, dan dari rayuan-rayuan berbisa istri orang lain.(24) To keep you from the evil woman, from the flattery of the tongue of a loose woman.
(25) Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya.(25) Janganlah engkau tergoda oleh kecantikan mereka, jangan terpikat oleh mata mereka yang merayu.(25) Lust not after her beauty in your heart, neither let her capture you with her eyelids.
(26) Karena bagi seorang sundal sepotong rotilah yang penting, tetapi isteri orang lain memburu nyawa yang berharga.(26) Pelacur dapat disewa seharga makanan sepiring, tetapi berzinah dengan istri orang lain harus dibayar dengan nyawa.(26) For on account of a harlot a man is brought to a piece of bread, and the adulteress stalks and snares [as with a hook] the precious life [of a man].
(27) Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya?(27) Dapatkah orang memangku api tanpa terbakar bajunya?(27) Can a man take fire in his bosom and his clothes not be burned?
(28) Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya?(28) Dapatkah orang menginjak bara api tanpa terbakar kakinya?(28) Can one go upon hot coals and his feet not be burned?
(29) Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorangpun, yang menjamahnya, luput dari hukuman.(29) Itu sama bahayanya dengan menggauli istri orang lain. Siapa melakukannya tak akan luput dari hukuman.(29) So he who cohabits with his neighbor's wife [will be tortured with evil consequences and just retribution]; he who touches her shall not be innocent or go unpunished.
(30) Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar?(30) Kalau orang mencuri makanan, sekalipun karena lapar, ia akan dihina.(30) Men do not despise a thief if he steals to satisfy himself when he is hungry;
(31) Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan.(31) Dan jika ia tertangkap ia harus membayar kembali tujuh kali lipat; untuk itu ia harus kehilangan semua harta miliknya.(31) But if he is found out, he must restore seven times [what he stole]; he must give the whole substance of his house [if necessary--to meet his fine].
(32) Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.(32) Tetapi bagaimanakah dengan orang laki-laki yang berzinah? Ia merusak dirinya sendiri! Bodoh sekali dia!(32) But whoever commits adultery with a woman lacks heart and understanding (moral principle and prudence); he who does it is destroying his own life.
(33) Siksa dan cemooh diperolehnya, malunya tidak terhapuskan.(33) Ia akan disiksa dan dicemooh. Namanya akan menjadi cemar untuk selama-lamanya.(33) Wounds and disgrace will he get, and his reproach will not be wiped away.
(34) Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam;(34) Sebab, dengan perbuatannya itu suami wanita itu menjadi cemburu, sehingga kemarahannya meluap-luap. Dan apabila ia membalas dendam, ia tak akan mempunyai belas kasihan.(34) For jealousy makes [the wronged] man furious; therefore he will not spare in the day of vengeance [upon the detected one].
(35) ia tidak akan mau menerima tebusan suatupun, dan ia akan tetap bersikeras, betapa banyakpun pemberianmu.(35) Ia tak bisa dibujuk dengan uang; hadiah sebanyak apa pun tak bisa meredakan kemarahannya.(35) He will not consider any ransom [offered to buy him off from demanding full punishment]; neither will he be satisfied, though you offer him many gifts and bribes.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar